Keren! Kualitas Sandal Rumahan di Pangandaran Mampu Bersaing dengan Produk Pabrikan

Gaya Hidup —Jumat, 26 Feb 2021 02:49
    Bagikan:  
Keren! Kualitas Sandal Rumahan di Pangandaran Mampu Bersaing dengan Produk Pabrikan
Eka Sartika saat memamerkan sandal produk rumahan merk Qinar (foto: ist)


POSKOTAJABAR,PANGANDARAN 

Sandal merk Qinar yang diproduksi oleh Mila Zaenal Abdullah warga Desa/Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat sejak April 2020 itu mampu menembus ke pasar regional di Jawa Barat.

Kini sandal produk rumahan tersebut mulai bersaing untuk meraih konsumen dipasaran dengan sandal produk pabrikan ternama.

Mila Zaenal Abdullah mengatakan, bahwa kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu menghantarkan karyawan pabrik di Kota besar dirumahkan.

"Awalnya, sejak WFH saya melakukan komunikasi dengan para karyawan yang memproduksi sandal dari kota besar yang pulang kampung halaman," ujarnya kepada POSKOTAJABAR, Rabu (24/02/2021).

Setelah berkomunikasi, kata dia, akhirnya kami sepakat merintis sandal produk rumahan dengan 4 orang karyawan yang dirumahkan "Dalam satu hari, kami mampu memproduksi sandal sebanyak 600 pasang atau 30 kodi yang masing-masing satu kodinya 20 pasang," katanya.

BACA JUGA : Diduga Dipersulit Majikan, TKW Indramayu 12 Tahun Kerja tak Bisa Pulang     

 

Modal Percaya Diri

Menurut Mila, untuk pemasaran sandal bermerek Qinar itu saat ini di tawarkan ke pasar dan toko lokal di Pangandaran.

"Untuk harga satu kodi rata-rata saya jual Rp700 ribu hingga Rp1 juta," tuturnya.

Mila mengaku, dengan modal percaya diri karena produknya rapih dan kualitas tidak kalah dengan produk pabrikan sehingga berani mencoba menawarkan ke luar daerah.

"Respon dari konsumen cukup bagus, akhirnya kami memberanikan diri mengirim ke wilayah Cianjur, Bandung, Bogor dan Sukabumi," sebutnya.

BACA JUGA : Siswa SMP Kota Cimahi Belajar Dari Rumah Lewat Tayangan TV Mulai Diterapkan

 

Bahan Baku dari Tasikmalaya

Selain menjual kodian, Mila juga menjual eceran untuk masyarakat Pangandaran dengan harga Rp70 ribu, Rp100 ribu hingga Rp120 ribu tergantung motif dan variasi sandal.

"Rata-rata omset bersih setiap bulan dari penjualan berhasil mencapai Rp20 juta," aku Mila.

Untuk bahan baku produksi sendal tersebut, sambung dia, masih menggunakan bahan dari Tasikmalaya.

"Sandal yang kami produksi berbahan kulit pasakan, kulit asli, sintesis dan karet mentah," tambahnya.

Mila menyebutkan, untuk proses satu pasang sandal, hanya memerlukan waktu pengerjaan sekitar 15 menit setelah bahan sandal siap di lem dan di pres oleh mesin. (dry)

 

 BACA JUGA : Keren! Kualitas Sandal Rumahan di Pangandaran Mampu Bersaing dengan Produk Pabrikan   

 

Editor: Suherlan
    Bagikan:  


Berita Terkait