Catatan Sejarah 26 Februari: Hari Lahirnya Levi Strauss, Sang Penemu Celana Jeans

Gaya Hidup —Jumat, 26 Feb 2021 10:14
    Bagikan:  
Catatan Sejarah 26 Februari: Hari Lahirnya Levi Strauss, Sang Penemu Celana Jeans
Levi Strauss, ialah orangnya yang tercatat dalam sejarah sebagai penemu celana jeans (Foto: pinterest)

POSKOTA JABAR, BANDUNG

Tak bisa dipungkuri bahwa celana jeans merupakan salah satu jenis pakaian yang menjadi favorit dari masa ke masa. Pada awal kemunculannya, celana jeans itu biasa dipakai oleh para pekerja tambang di Amerika Serikat. Dan celana ini dahulunya adalah simbol untuk menunjukkan strata sosial  pemakainya, sehingga celana ini pernah mendapat julukan "celana kelas pekerja”. 

Namun sekarang celana jeans semakin berkembang baik dari segi model, desain, dan bahan celana jeans itu sendiri. Bicara soal Jeans, tentunya kita tidak boleh melupakan penemu Celana Jeans itu sendiri. Karena oleh penemuannya itu pula kini kita bisa terlihat trendi mengenakan celana jeans.

Levi Strauss, ialah orangnya yang tercatat dalam sejarah sebagai penemu celana jeans. Pria ini lahir di Buttenheim, di wilayah Franconian dari Bavaria, Jerman pada tanggal 26 Februari 1829. Levi Strauss adalah anak dari Hirsch Strauss dan Rebecca Strauss.

BACA JUGA: Tolak Bitcoin, Bank Indonesia Akan Buat Mata Uang Rupiah Digital

Pada usia 18, Levi Strauss beserta ibu dan dua saudara perempuannya berlayar ke Amerika Serikat  untuk bergabung dengan saudaranya Jonas dan Louis, yang telah memulai bisnis grosir. Adik Levi yaitu Fanny dan suaminya yaitu David Stern pindah ke St Louis, Missouri, sementara Levi pergi untuk tinggal di Louisville dan menjual produk bisnis milik saudara-saudaranya di Kentucky, Amerika Serikat.

Pada saat itu di Amerika sedang demam tambang emas, dan Strauss mencoba peruntungannya dengan menjual barang tekstil kepada para penambang emas. Strauss berhasil menjual seluruh barangnya kecuali tenda-tenda yang terbuat dari kanvas.

Kemudian dari sisa potongan kanvas tersebut, Strauss membuat beberapa potong celana untuk kemudian dijual kembali kepada para pekerja tambang. Dan ternyata diluar dugaan, para pekerja tambang tersebut menyukai celana kanvas buatan Strauss ini.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Meminta Kapolri Meningkatkan Pengawasan Penegakan UU ITE Agar Konsisten, Akuntabel, dan Adil

Hal ini disebabkan karena celana kanvas tahan lama, tidak mudah rusak ataupun sobek. Karena celana kanvas buatan Strauss laku keras, ia mulai berimprovisasi dengan menggunakan bahan yang lain yang ia pesan dari Genoa, Italia.

Para pemintal di Genoa menyebut bahan yang ia pesan tersebut dengan nama “genes” dan oleh Strauss diubah dan modifikasi menjadi “bluejeans”, lalu setelah itu ia mencelupnya dengan warna indigo.

Dari sinilah asal mulanya Strauss mulai memproduksi calana jeans dalam jumlah yang banyak, dan para penambang pun ketagihan dengan celana buatan Strauss hingga muncul istilah “those pants of Levi’s” (celana si Levi). Setelah itu tercetuslah merk dagangnya yang bernama ‘Levi’s’, yang merupakan merk dagang celana jeans pertama di dunia.

Dalam kurun waktu yang singkat, celana Levi’s menjadi celana resmi para penambang, dan celana ini kian popular di kalangan pekerja tambang. Sehingga akhirnya menjadi simbol status ekonomi yang diasosiasikan dengan celana kelas pekerja.

BACA JUGA: Satpam, Petugas Keamanan Partikelir yang Lahir dari Tangan Seorang Jenderal Polisi

Karena diperuntukkan bagi para penambang, di celana jeans terdapat saku kecil pada celana jeans. Saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini dirancang untuk menyimpan butiran-butiran emas yang berukuran kecil.

Meski kini jeans diproduksi dalam berbagai merek dan bukan hanya untuk para penambang, tetapi saku imut-imut itu masih tetap ada. Tentu saja sekarang fungsinya sekarang tidak lagi digunakan sebagai tempat menyimpan butiran emas. Sekarang mungkin sebagai tempat menyimpan barang-barang kecil, misalkan saja uang receh/koin.

Pada tahun 1920, Levi’s Waist Overalls menjadi produk celana kerja yang paling laku di bagian Selatan Amerika, dan walau sekarang bahannya sudah digantikan dengan denim namun banyak orang masih menyebutnya sebagai celana jeans.

Popularitas jeans semakin melebar setelah adanya film cowboy pada tahun 1930-an, film ini sangat mendongkrak popularitas jeans dikarenakan para pemain pada film cowboy menggunakan bahan jeans untuk kostumnya. Dalam waktu yang relatif singkat para lelaki baik tua maupun muda berusaha meniru jagoan mereka dengan ikut mengenakan jeans. Jeans naik daun kala itu, dan membuat citra jeans yang dulu hanya menjadi celana kelas pekerja menjadi sebuah simbol penampilan yang casual.

BACA JUGA: Polisi Harus Memanggil Presiden Joko Widodo untuk Diperiksa atas Pelanggaran Protokol Kesehatan

Dan pada masa perang dunia, penggunaan celana jeans makin meluas. Dimana para serdadu Amerika kala itu mengenakannya sebagai seragam selagi tidak bertugas. Dan setelah perang dunia lebih tepatnya pada tahun 1950-an jeans mendadak menjadi ”must have item” di kalangan anak muda Amerika, hal ini dipicu karena penampilan artis James Dean yang terlihat keren dengan jeansnya dan menciptakan trend baru di kalangan anak muda.

Trend kembali bergulir di tahun 1960-an dan awal tahun 1970-an. Gaya hidup menggelandang ala hippy menciptakan kreasi baru. Gadis-gadis hippy kerap mengenakan jeans yang dihiasi dengan sulaman atau lukisan cat. 

Dan cerita jeans tidak berhenti di situ, jeans benar-benar menjadi trend berkualitas setelah pada medio tahun 1980-an para perancang top dunia seperti Armani, Klein dan Versace mulai mengangkat jeans sebagai bahan yang bisa tampil anggun dengan rancangan mereka. Kini penggunaan jeans benar-benar meluas dan bahkan telah sampai untuk seragam santai (dress down friday) yang biasa digunakan setiap jum’at untuk ke kantor.

Saat ini jeans telah menjadi bagian dari kehidupan kita, dan tidak hanya dimonopoli oleh kalangan pekerja tambang seperti pada zaman dahulu. Kini jeans telah benar-benar dapat masuk ke seluruh kalangan masyarakat tanpa memadang statusnya. Dan secara tidak langsung Levi Strauss telah menciptakan sejarah pada peradaban manusia, yakni menciptakan sebuah trend mode yang mampu diterima oleh semua kalangan. Tidak salah jika Levi Strauss menjadi legenda yang akan selalu diingat di dunia fashion. (ES)

BACA JUGA: Catatan Sejarah 26 Februari: Hari Lahirnya Levi Strauss, Sang Penemu Celana Jeans

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait