Program Rutilahu Pemprov Jabar Diharapkan Menjadi Stimulus Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

Jawa Barat —Jumat, 26 Feb 2021 21:04
    Bagikan:  
Program Rutilahu Pemprov Jabar Diharapkan Menjadi Stimulus Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar Boy Iman Nugraha. (Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan hunian sehat. Tetapi, juga menjadi stimulus pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Anggarannya Rp. 580 miliar untuk memperbaiki 31.500 unit rumah.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Jabar, Boy Iman Nugraha, mengatakan, program perbaikan rutilahu dapat menciptakan ratusan ribu lapangan kerja. Dalam masa pandemi ini, pesan utama Gubernur Jabar, perbaikan rutilahu harus dapat menjadi stimulus pemulihan ekonomi lokal dengan cara menggunakan tenaga kerja setempat. Termasuk bahan baku yang digunakan

"Satu perbaikan rutilahu bisa mempekerjakan tiga sampai empat orang. Belum lagi material dan bahan baku juga bisa menggerakkan ekonomi rakyat," kata Boy Iman Nugraha dalam acara "Ngolong: Ngobrol Sisi Balong" di Kantor Disperkim Jabar Kota Bandung, Jumat (26/2/2021). 


Pemda Provinsi Jabar menganggarkan Rp. 580 miliar untuk memperbaiki 31.500 unit rutilahu sepanjang 2021 di 27 daerah. Jika satu rumah mempekerjakan tiga sampai empat orang, maka akan ada sekitar 125.000 lapangan kerja dari program perbaikan rutilahu. 

Setiap keluarga penerima manfaat program rutilahu akan diberi bantuan senilai Rp. 17,5 juta. Bantuan tersebut untuk material bangunan Rp. 16,5 juta. Sisanya untuk upah tenaga kerja dan administrasi. Semua keluarga penerima manfaat program rutilahu akan menerima bantuan dalam bentuk fisik (material bahan bangunan). 

Boy menyatakan, program perbaikan rutilahu merupakan komitmen Pemprov Jabar di bawah kepemimpinan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, untuk mewujudkan hunian yang sehat bagi masyarakat. 

"Multiplier effect-nya diharapkan hunian sehat dapat meningkatkan derajat kesehatan penghuninya, meningkatkan produktivitasnya, pendapatannya, ekonominya, dan kesejahteraannya," tuturnya. 


Menurut Boy, keluarga calon penerima manfaat program rutilahu merupakan hasil usulan desa/kelurahan melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). 

Usulan tersebut nantinya akan diverifikasi oleh pemerintah kabupaten/kota, serta terdaftar dalam Si Rampak Sekar (Sistem Perencanaan dan Penganggaran yang Terintegrasi antara Pemda Provinsi dengan Pemda Kabupaten/Kota se-Jabar dan Pemerintah Pusat).

"Syarat CPCL (Calon Penerima, Calon Lokasi) antara lain lahan milik sendiri, kategori MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah), luas ruang yang mencukupi," jelasnya. (Aris).
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait