Sejarah Youtube : Dulunya Situs Kencan

Pendidikan —Sabtu, 27 Feb 2021 10:40
    Bagikan:  
Sejarah Youtube : Dulunya Situs Kencan
Image/Pinterest

POSKOTAJABAR,BANDUNG YouTube adalah sebuah situs web berbagi video yang dibuat oleh tiga mantan karyawan PayPal pada Februari 2005 yaitu Steve Chen Hurley, Chad Hurley, dan Jawed Karim. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video.Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan memakai teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video buatan pengguna/kreator, termasuk klip film, klip TV, dan video musik. Selain itu, konten amatir seperti blog video, video orisinal pendek, dan video pendidikan juga ada dalam situs ini.

Kebanyakan konten di YouTube diunggah oleh individu, meskipun perusahaan-perusahaan media seperti CBS, BBC, Vevo, Hulu, dan organisasi lain sudah mengunggah material mereka ke situs ini sebagai bagian dari program kemitraan YouTube.Pengguna tak terdaftar dapat menonton video, sementara pengguna terdaftar dapat mengunggah video dalam jumlah tak terbatas. Video-video yang dianggap berisi konten ofensif hanya bisa ditonton oleh pengguna terdaftar berusia 18 tahun atau lebih. Pada November 2006, YouTube, LLC dibeli oleh Google dengan nilai US$1,65 miliar dan resmi beroperasi sebagai anak perusahaan Google.

Sebagai platform menonton video paling populer di dunia, siapa yang menyangka jika YouTube dulunya tidak direncanakan seperti sekarang ini. YouTube dulunya dirancang sebagai situs kencan online berbasis video.

Image/Pinterest

BACA JUGA : Sejarah Berdirinya Whatsapp

YouTube pertama kali terdaftar administrasi pada tanggal 14 Februari 2005, bertepatan dengan hari kasih sayang. Ketiga foundernya lah yang mendaftarkan platform yang bermarkas di sebuah ruko di San Mateo.

Keinginan mereka untuk mendaftarkan YouTube sebagai situs kencan online berbasis video ternyata tidak semulus yang dibayangkan.  YouTube, ketika masih beroperasi sebagai situs kencan online hanya dikunjungi oleh segelintir orang saja. Bahkan, mereka sempat memasang sebuah iklan di Craiglist dengan menawarkan 20 dollar AS bagi siapa saja yang mengunggah video mereka di YouTube kala itu.

Dari sinilah pemikiran mereka mulai terbuka. Mereka pada akhirnya membuka pintu selebar-lebarnya bagi YouTube itu sendiri di mana semua orang boleh mengunggah video apapun tanpa terikat oleh tema tertentu seperti percintaan.

Ini menjadi langkah awal dari nama YouTube yang semakin besar. Salah satu founder YouTube, Jawed Karim menjadi pengunggah video pertama di YouTube. Video pertama tersebut berlatarkan di kebun binatang. Video tersebut semacam vlog di mana Karim menceritakan apa saja yang ia lihat selama berada di kebun binatang.

BACA JUGA : Mode Gelap Google Maps Untuk Pengguna Android Mulai Diluncurkan Secara Global

Saat itu, YouTube didirikan sebagai perusahaan angel-funded, atau didanai oleh individu yang kaya raya. Sebulan sebelum dirilis, tepatnya pada bulan November 2005, perusahaan pemodal (capital venture) Sequoia Capital berinvestasi sebesar 3,5 juta dollar AS.

Setelah beralih strategi, terdapat lebih dari dua juta video yang ditonton di YouTube pada saat itu. Pada bulan Januari 2006, penonton dari YouTube melonjak drastis hingga 25 juta penonton. Melihat perkembangan yang cukup menjanjikan tersebut membuat Sequoia dan Artist Capital Management menanamkan modal tambahan di YouTube sebesar 8 juta dollar AS.

Eksistensi dari YouTube yang semakin melonjak ternyata beriringan dengan hadirnya masalah baru. Mulai dari masalah fasilitas di mana saat itu YouTube membutuhkan lebih banyak komputer dan juga koneksi internet broadband yang lebih mumpuni. Selain itu, masalah hak cipta juga menghujani YouTube di mana banyak media yang mulai protes karena video yang diunggah adalah hak cipta milik media.

Itu membuat para foundernya berpikir untuk menjual YouTube. Pada akhirnya, Google yang merupakan perusahaan teknologi terbesar di dunia membeli YouTube senilai 1,65 miliar dolar AS pada bulan Oktober 2006.Ini menjadi tonggak sejarah baru bagi YouTube. Setelah proses akuisisi rampung, YouTube beroperasi secara independen dengan para co-founder dan 68 karyawan di bawah naungan Google.

BACA JUGA : Sejarah Youtube : Dulunya Situs Kencan

Editor: Reza
    Bagikan:  


Berita Terkait