KPK Kembali Akan Memeriksa Empat Orang Saksi, Terkait Kasus Korupsi Walikota Cimahi Non-Aktif Ajay Mochamad Priatna

Nasional —Sabtu, 27 Feb 2021 16:00
    Bagikan:  
KPK Kembali Akan Memeriksa Empat Orang Saksi, Terkait Kasus Korupsi Walikota Cimahi Non-Aktif Ajay Mochamad Priatna
Plt Jubir KPK, Ali Fikri, membenarkan rencana pemanggilan empat orang saksi oleh KPK terkait kasus suap Walikota Cimahi Ajay M. Priatna. (Ist.)

POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali akan memeriksa empat orang saksi, terkait kasus korupsi dan penyuapan Walikota Cimahi, Ajay Mochamad Priatna. Penyuapan terhadap orang nomor satu di Cimahi itu dilakukan oleh terdakwa Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda (KB), Hutama Yonathan, menyangkut perizinan proyek pembangunan RSU Kasih Bunda Cimahi.

Keempat yang akan menjadi saksi itu terdiri dari karyawan PT Trisakti Manunggal Prakasa Internasional (TMPI) Muhammad Ridwan, Kepala Bidang Tata Bangunan pada Dinas Pekejeraan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Deni Herdiana, Kepala ULP Pemkot Cimahi, Ainul Yakin, dan mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkot Cimahi, Aris Purnomo yang menjadi Ketua KONI Cimahi. 

Plt Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri membenarkan rencana pemanggilan orang saksi oleh KPK. Menurut Ali, mereka akan diperiksa terkait dugaan suap dalam perizinan di kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020 yang menyeret nama Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna.

BACA JUGA:  KPK Lakukan Operasi Tangkap Tangan Terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Barang Bukti Satu Koper Berisi Uang Rp 1 Miliar

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AJM (Ajay Muhammad Priatna),” kata Ali dalam keterangan tertulis, Kamis (25/02/2021).

Dalam kasus ini, Ajay diduga meminta uang sebesar Rp 3,2 miliar kepada Komisaris Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Bunda Hutama Yonathan untuk mengurus izin pembangunan gedung. KPK menduga Ajay telah menerima Rp 1,661 miliar dari uang yang dijanjikan tersebut.

Atas perbuatannya, Ajay selaku penerima suap disangka melanggar Pasal Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA:  Kapolda Metro Jaya Menyatakan Minta Maaf Atas Ulah Anak Buahnya Umbar Tembakan

Adapun Hutama selaku pemberi suap disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (Bagdja)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait