Sekitar Sepuluh Pondok Pesantren di Tasikmalaya Menjadi Klaster Covid-19

Jawa Barat —Sabtu, 27 Feb 2021 19:39
    Bagikan:  
Sekitar Sepuluh Pondok Pesantren di Tasikmalaya Menjadi Klaster Covid-19
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi. (Kris)
POSKOTAJABAR, TASIKMALAYA.

Pondok pesantren di Kabupaten Tasikmalaya, kembali menjadi klaster penyebaran Covid-19. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, setidaknya terdapat sepuluh pondok pesantren yang saat ini menjadi klaster.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya, Atang Sumardi, mengatakan, salah satu pesantren yang menjadi klaster berlokasi di Kecamatan Singaparna.

"Setidaknya terdapat puluhan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang terdiri dari 32 santri putra, 12 santri putri, sembilan pengajar, dan dua karyawan. Semuanya diisolasi di pesantren," ungkap Atang Sumardi, Sabtu (27/02/2021).


Menurut dia, tak ada satu pun dari kasus itu yang bergejala berat. Hanya terdapat sejumlah santri yang bergejala ringan, kehilangan indra penciuman dan batuk pilek. Namun, penanganan pasien yang menjalani isolasi itu tetap dalam pengawasan petugas kesehatan. 

Ia menambahkan, antara pasien yang negatif dan positif juga telah dipisahkan satu sama lain, dengan semua santri yang berada di pondok tersebut. Namun, untuk santri yang positif harus menjalani isolasi terlebih dahulu sebelum diizinkan pulang. 

Sementara itu, kegiatan di pesantren tersebut masih diperbolehkan berjalan. Hanya saja, pengawasannya diperketat agar penerapan 5M benar-benar dilakukan. 

Ia menjelaskan, kasus Covid-19 di salah satu pondok pesantren itu diketahui setelah petugas kesehatan melakukan tes swab kepada 113 orang di lingkungan tersebut. Hasilnya, terdapat 55 orang yang terkonfirmasi positif.

Menurut dia, diperkirakan total penghuni di pesantren tersebut mencapai 1.000 orang. Namun, belum semua penghuni pesantren menjalani tes swab.


Selain di pesantren itu, Atang menyebutkan, terdapat kasus lain di pesantren yang berlokasi di Kecamatan Sukarame, Kabupaten Tasikmalaya. Namun, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan detail jumlah orang yang terkonfirmasi. 

Atang mengatakan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Tasikmalaya bukan yang kali pertama terjadi. Ia menyebutkan, hingga saat ini sudah ada lebih dari 10 pesantren di Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi klaster penyebaran Covid-19. 

Kendati demikian, ia menilai, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya tak memiliki wewenang untuk membatasi kegaiatan di pesantren. Sebab, kegiatan di pesantren sepenuhnya menjadi wewenanh Kementerian Agama. (Kris)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait