DPRD Jabar Berharap Komitmen Joko Widodo Selesaikan Tol Cisumdawu

Jawa Barat —Sabtu, 27 Feb 2021 20:41
    Bagikan:  
DPRD Jabar Berharap Komitmen Joko Widodo Selesaikan Tol Cisumdawu
Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat, Daddy Rohanady. (Aris)
POSKOTAJABAR, BANDUNG.

Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat (Jabar), Daddy Rohanady, berharap komitmen Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), untuk menyelesaikan tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu). Jalan bebas hambatan ini, merupakan pembuka akses menuju Bandara International Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jabar.

"Mudah-mudahan, Pak Jokowi tetap komit ya menyelesaikan tol Cisumdawu. Paling tidak, tahap satu ini diberesin di akhir tahun 2021 ini," kataDaddy Rohanady kepada POSKOTAJABAR di Gedung DPRD Jabar, Sabtu (27/02/2021).

Politisi Gerindra dari Dapil Kota Cirebon, Kubupaten Cirebon, dan Kabupaten Indramayu itu, mengatakan,  hal tersebut di atas karena dia meyakini tidak mungkin menyelesaikan jalan tol dalam dua bulan sebagaimana yang telah dikatakan Presiden.


"'Kan katanya lebaran. Itungan saya, nggak bakal kekejar. Barusan, saya baru dari Sumedang. Nggak bakal kekejar tuh, dua bulan tiga bulan lagi. Dari fisiknya saja dilihat. Silahkan, kawan-kawan wartawan lihat. Menyelesaikan dua bulan, mana bisa selesai" ungkapnya.

Daro --panggilan karib dari Daddy Rohanady-- memperkirakan, tahap satu tol Cisumdawu selesai di akhir tahun 2021 ini. "Hitungan saya mungkin agak realistis. Tahap satu, sampai Cimalaka itu, sampai akhir tahun. Menurut saya mustinya bisa dikejar," tegasnya.

Setelah itu, tahun 2022 baru garap tahap kedua. Fase empat, lima, dan enam. Itu cuma beberapa kilometer. Hitungannya tidak sampai 30 kilometer. Agar proyek strategis nasional cepat selesai, makanya semua harus didorong. "Jadi, semua, saya kira harus didorong," jelasnya.


Label BI

Daro juga mengatakan, terminal kedatangan dan keberangkatan pesawat, terutama yang menggunakan label BI (bandara internasional) butuh nilai lebih. "Pertama, harus ada dong disitu, terminal yang jauh lebih keren. Pembenahan lah. Yang kedua, mungkin ada hotel," ungkapnya.


Selain itu, juga harus ada triger pendukung lainnya, seperti rumah sakit, supermarket, dan lain-lain kebutuhan pendukung. "Yang bagus-bagus lah," kilahnya. (Aris)



Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait