KPK Resmi Menahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur

Nasional —Minggu, 28 Feb 2021 14:33
    Bagikan:  
KPK Resmi Menahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur
Ketua KPK, Firli Bahuri, mengumumkan bahwa Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, resmi ditahan. (Poskota)

POSKOTAJABAR, JAKARTA. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah di Rumah Tahanan (Rutan) KPK cabang Pomdam Jaya Guntur. Sebelumnya, KPK telah menetapkan status tersangka kepada Nurdin Abdullah. Gubernur Sulsel itu akan ditahan selama 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 27 Februari 2021 sampai dengan 18 Maret 2021.

Selain Nurdin Abdullah, KPK juga turut menahan dua tersangka lainnya, yakni Sekretaris Dinas (Sekdis) Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat, dan pihak swasta yaitu Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto, yang sebelumnya ditetapkan sebagai pemberi suap.

Meski begitu, keduanya akan ditahan di tempat terpisah. Berbeda dengan Nurdin Abdullah, Ketua KPK, Firli Bahuri, mengatakan, Edy Rahmat dan Agung Sucipto akan ditahan terpisah dengan Gubernur Sulsel itu. Sekdis PUTR, Edy Rahmat, akan ditahan di Rumah Tahanan Kavling C1 KPK.

BACA JUGA:  Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ditetapkan Sebagai Tersangka oleh KPK, Dugaan Suap Proyek Wisata Pantai Bira

"Namun, sebelum ditahan ketiganya akan terlebih dahulu menjalani isolasi mandiri di rumah tahanan Kavling C1 KPK. Hal itu  untuk meminimalisir potensi penularan virus Covid-19 ke dalam tahanan," kata Ketua KPK Firli Bahuri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu (28/02/2021).

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan status tersangka terhadap Nurdin Abdullah dan Eddy Rahmat sebagai pihak penerima dugaan suap. Keduanya dituduh melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

BACA JUGA:  ICW Mencatat Sekitar 400 Kepala Daerah Terjerat Kasus Korupsi, Temasuk Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Sedangkan Agung dituduh melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (cr05/ys)

Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait