Kena Denda Rp 20 Ribu, Inilah Pengakuan Pelanggar Prokes di Pangandaran

Jawa Barat —Minggu, 28 Feb 2021 15:06
    Bagikan:  
Kena Denda Rp 20 Ribu, Inilah Pengakuan Pelanggar Prokes di Pangandaran
Dedi warga Desa Bagolo, menunjukan karcis tanda bukti pembayaran sanksi denda pelanggaran prokes. (dry)
POSKOTAJABAR, PANGANDARAN.

Kabupaten Pangandaran, menerapkan sanksi denda sebesar Rp. 20 ribu menggunakan tanda bukti. Hal itu sesuai dengan Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 61 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Biasanya, sebagian orang marah dan tidak terima, bahkan melawan ketika dijatuhi hukuman seperti tilang, meskipun dalam posisi salah. Namun, ternyata tidak semua orang berprilaku demikian. Salahsatunya, Dani wisatawan asal Tasikmalaya yang legowo saat dijatuhi sanksi denda oleh Satgas Covid-19 karena melanggar protokol kesehatan (prokes) yakni tidak mengenakan masker.

Dani mengaku, lupa tidak memakai masker pada saat memasuki kawasan objek wisata pantai Pangandaran, tepatnya di Bundaran Patung Ikan Marlin. "Tadi habis makan, saya langsung berangkat lagi menuju pantai. Pas nyampe bunderan diberhentikan petugas. Saya lupa tidak pakai masker padahal ada masker di mobil," ujarnya kepada POSKOTAJABAR di lokasi operasi yustisi, Sabtu (27/02/2021).


Lantaran melanggar prokes, kata dia, petugas Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pangandaran menjatuhi sanksi denda sebesar Rp. 20 ribu. "Sanksi denda membuat saya jera. Apalagi, kalau sampai diketahui melanggar lagi dan denda pun jadi Rp 50 ribu dan seterusnya. Saya apresiasi tindakan Satgas Covid-19 Pangandaran yang begitu ketat melakukan pencegahan penyebaran wabah Covid-19," ucapnya.

Menurut Dani, mengenakan masker di tengah pandemi Covid-19 wajib dan itu sesuai dengan anjuran pemerintah. Selain mengenakan masker, pemerintah juga menganjurkan warga untuk jaga jarak. "Juga selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir untuk memutus mata rantai Covid-19. Intinya, saya setuju dan mendukung penerapan sanksi denda agar warga yang melanggar prokes jera," katanya.

Hal senada dikatakan pelanggar lainnya, Dedi, warga asal Desa Bagolo, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Ia mengaku, dirinya baru pulang melaut dan lupa tidak pakai masker. "Saya melanggar prokes. Jadi, tadi disanksi denda Rp. 20 ribu. Bagi saya, tindakan tersebut bagus agar kita merasa jera dan mengabaikan anjuran pemerintah," ujar Dedi.

Menurut Dedi, memakai masker, selain menjaga kesehatan bagi diri sendiri, juga menjaga kesehatan orang lain. "Ya apa salahnya sih kita ikuti anjuran pemerintah yang menyuruh pakai masker kan demi kesehatan kita sendiri," tuturnya.


Dari pantauan POSKOTAJABAR di lapangan, bagi pelanggar yang tidak mau dijatuhi sanksi denda, maka dijatuhi sanksi sosial berupa push up bagi laki-laki dan khusus pelanggar perempuan sanksinya membaca Pancasila atau menyanyikan lagu Indonesia Raya. 

Setelah Peraturan Bupati Pangandaran Nomor 61 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Administratif Terhadap Pelanggaran Tertib Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar dan Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) angka pelanggar menurun. (dry)
Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait