Pemkot Cimahi Akan Memberikan Bantuan Kebutuhan bagi Pasien yang Diisolasi karena Covid-19

Jawa Barat —Minggu, 28 Feb 2021 16:34
    Bagikan:  
Pemkot Cimahi Akan Memberikan Bantuan Kebutuhan bagi Pasien yang Diisolasi karena Covid-19
Pemerintah Kota Cimahi siap memberikan bantuan logistik bagi pasien positip Covid-19 yang diisolasi mandiri. (Ist)
POSKOTAJABAR, CIMAHI.

Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan memberikan bantuan kebutuhan pasien yang tengah diisolasi karena terpapar Covid-19. Bagi pasien yang terpapar Covid-19, baik yang diisolasi mandiri dirumahnya maupun yang dalam perawatan, Pemkot Cimahi akan memenuhi kebutuhannya. 

Ditengarai oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Cimahi, bahwa bagi warga yang menjalani isolasi mandiri lantaran terkonfirmasi positif bakal mendapat bantuan logistik. Termasuk, pasien yang menjalani isolasi mandiri di rumah saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro jilid II yang berlangsung mulai hari Selasa 23 Februari- 8 Maret 2021 mendatang.

"Iya, selama ada yang isolasi mandiri di rumah, nanti dikasih bantuan logistik. Tidak hanya saat PPKM saja, pada saat isolasi mandiri kita bantu," ujar Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cimahi, Asep. 

Berdasarkan pemetaan hingga 21 Februari 2021, tercatat ada 163 rumah di Kota Cimahi yang penghuninya didapati terkonfirmasi positif Covid-19. Sementara, kasus aktifnya menyisakan 236 orang.


Asep menerangkan, jenis bantuan logistik yang akan disitribusikan ke pasien yang menjalani isolasi mandiri, tidak akan berbentuk uang. Namun, berupa kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, mie instan, dan sebagainya.

"Kebutuhan pokok. Kaya sembako jangan sampai dia (pasien) keluar cari beras, minyak goreng, makanan lainnya atau kebutuhan lainnya," kata Asep.

Untuk besaran bantuannya, jelas Asep, akan disesuaikan dengan kondisi keluarganya. Termasuk jumlah anggota keluarga juga akan diperhitungkan. 

Untuk itu, besaran kebutuhan pokok yang akan disistribusikan kepada rumah yang terdapat kasus positif kemungkinan berbeda-beda. Namun, diperkirakan mencapai Rp. 200-300 ribu, berupa kebutuhan pokok

Dikatakan Asep, aparat kewilayahan seperti RT, RW, kelurahan hingga Puskesmas akan melakukan pendataan dan validasi terlebih dulu, agar bantuannya lebih tepat sasaran. 

"Perhitungan jumlah jiwa berapa, yang kena siapa. Misal kepala keluarganya, kalau dia tulang punggung berarti jumlah jiwanya harus dihitung. Mungkin ada 7 jiwa atau berapa itu, diidentifikasi dulu. Kisaran mungkin Rp. 200-300 ribu," tutur Asep.


Menurut Asep, pemberian bantuan kebutuhan pokok ini dilakukan agar pasien tetap terpenuhi kebutuhannya selama menjalani isolasi mandiri. Jangan sampai, ada pasien yang masih positif malah berkeliaran ke luar rumah untuk membeli kebutuhan.

Seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu di Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Ada pasien Covid-19 yang keluar rumah meski belum mendapatkan surat selesai isolasi dari Puskesmas.

"Jadi, jangan sampai yang isolasi mandiri, dia keluar cari makan," tandasnya. (Bagdja)


Editor: Setiawan
    Bagikan:  


Berita Terkait