Artidjo Alkostar Hakim “Killer” Musuh Para Koruptor Meninggal Dunia

Nasional —Minggu, 28 Feb 2021 16:34
    Bagikan:  
Artidjo Alkostar Hakim “Killer” Musuh Para Koruptor Meninggal Dunia
(Foto: jurnal.hukumonline.com)

POSKOTA JABAR, JAKARTA

Artijo Alkostar mantan Hakim Agung yang kini tengah menjabat anggota Dewan Pengawas KPK, meninggal dunia. Kabar duka terkait meninggalnya Artidjo ini disampaikan langsung oleh Menko Polhukam Mahfud Md lewat akun Twitternya.

"Kita ditinggalkan lagi oleh seorang tokoh penegak hukum yang penuh integritas. Mantan hakim agung Artijo Alkostar yang kini menjabat sebagai salah seorang anggota Dewan Pengawas KPK telah wafat siang ini," tulis Mahfud Md, Minggu (28/1/2021).

Dilansir dari situs KPK, dia memulai karir sejak mendapat gelar sarjana dari Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (UII) pada 1976. Sejak saat itu, ia mendedikasikan dirinya sebagai dosen di universitas yang sama dan menjadi advokat di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta sejak 1976-2000 hingga akhirnya ia dipilih menjadi Direktur LBH Yogyakarta pada 1989.

BACA JUGA: KPK Resmi Menahan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Rutan KPK Cabang Pomdam Jaya Guntur

Pada 1989, Artidjo berangkat ke New York, Amerika Serikat, untuk mengikuti pelatihan khusus pengacara bidang Hak Asasi Manusia di Columbia University. Ia juga menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Nortwestern University Chicago dan lulus pada 2002. Ia melanjutkan studi S3 di Universitas Diponegoro Semarang dan mendapatkan gelar Doktor Ilmu Hukum pada 2007.

Dalam hal pemberantasan korupsi, nama Artidjo Alkostar sudah tak asing lagi. Pria kelahiran Situbondo, Jawa Timur ini sering mendapat sorotan karena keputusannya terhadap kasus-kasus besar korupsi di Indonesia.

Hakim yang dikenal “killer” bagi terdakwa korupsi ini memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi yang sudah tak terbantahkan lagi dari putusan-putusannya. Beberapa putusan kasasi yang diajukan oleh sejumlah pejabat publik yang korup, Artidjo selalu mengganjarnya dengan hukuman berat.

BACA JUGA: Era Mobil Listrik Sudah Datang, Bos Suzuki Pamit Pergi untuk Undur Diri

Tak tanggung-tanggung, pria yang ikut membidani lahirnya Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta ini dijuluki si “Hakim Gila” karena putusan-putusannya yang kerap memberatkan koruptor.

Nama Artidjo mulai dikenal publik setelah memperberat vonis Angelina Sondakh dari 4 tahun penjara menjadi 12 tahun. Sejak saat itu, Artidjo seringkali memberikan vonis yang memberatkan kepada para koruptor.

Artidjo pernah memperberat hukuman OC Kaligis, penyuap Mantan Ketua Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, Sumatera Utara Tripeni. Hukuman terhadap pengacara kondang itu diperberat dari tujuh tahun menjadi 10 tahun dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Selama 14 tahun menjadi Hakim Agung, Artidjo juga dipilih menjadi Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung sejak 2014. Artijo purnatugas dari Mahkamah Agung pada 22 Mei 2018 dan sudah menangani 19.483 perkara sepanjang karirnya. Pada Desember 2019, Artidjo mengucapkan sumpah menjadi anggota Dewan Pengawas KPK. (ES)

BACA JUGA: Artidjo Alkostar Hakim “Killer” Musuh Para Koruptor Meninggal Dunia

Editor: Edi
    Bagikan:  


Berita Terkait